Terungkap! Ini 2 Opsi Status Baru Perangkat Desa yang Dibahas PPDI

Ilustrasi Rakor PPDI melalui Daring

Jakarta – Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) secara virtual pada Jumat, 15 Mei 2026. Rapat yang dipimpin oleh Ketua Umum PPDI, Sarjoko, ini membahas sejumlah isu strategis, mulai dari status kepegawaian hingga persiapan Hari Lahir (Harlah) PPDI di Jakarta.

Isu yang paling menyita perhatian? Peluang perangkat desa menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara).

Status ASN Jadi Topik Panas, Ini Dua Opsi yang Dibahas

Dalam rapat tersebut, muncul dua opsi besar yang kini tengah dikaji serius oleh PPDI:

  • Diangkat menjadi ASN murni (PNS)
  • Tetap sebagai aparat pemerintah desa dengan penguatan regulasi

Perdebatan ini disebut cukup alot karena menyangkut masa depan jutaan perangkat desa, termasuk hak, jaminan, hingga kepastian hukum.

Baca Juga :  Kisruh Siltap Perangkat Desa, Begini Usulan Mendes Yandri Susanto

Tak hanya itu, peserta juga menegaskan bahwa penghasilan tetap (Siltap) tidak boleh dikurangi dan minimal harus setara golongan 2A.

Regulasi Bikin Pusing, Daerah Soroti Multitafsir

Sejumlah perwakilan daerah mengungkap fakta mengejutkan: aturan yang ada saat ini masih membingungkan.

Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2026 bahkan disebut memicu multitafsir, terutama soal pembagian anggaran antara pusat dan daerah.

Akibatnya, tak jarang terjadi perbedaan pemahaman antara pemerintah kabupaten dan daerah.

Harlah PPDI di Jakarta Bakal Besar, Ratusan Peserta Siap Hadir

Selain isu kepegawaian, PPDI juga tengah menyiapkan agenda besar: Hari Lahir (Harlah) PPDI pada 17–18 Juni 2026 di Jakarta.

Acara ini diprediksi akan dihadiri sekitar 200–300 peserta dari seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Gelar Aksi Damai, PPDI Agam Tuntut Kejelasan Status Perangkat Nagari

Pengurus pusat bahkan sudah bergerak cepat untuk mengamankan dukungan fasilitas dari Kementerian Desa.

Daerah Mulai Bersuara, Ini Aspirasi yang Muncul

Rakornas juga jadi ajang curhat daerah. Beberapa poin penting yang mencuat:

  • Dukungan dari DPR terhadap perjuangan PPDI
  • Usulan tunjangan fleksibel sesuai kemampuan daerah
  • Kekhawatiran minimnya partisipasi dari beberapa wilayah
  • Permintaan penyesuaian jadwal agar tak bentrok agenda lokal

Menariknya, beberapa daerah bahkan menyatakan siap bergerak ke Jakarta menunggu komando pusat.

PPDI Siapkan Bantuan Hukum & Strategi Media

Tak berhenti di situ, PPDI juga menyiapkan langkah strategis:

  • Menjalin kerja sama bantuan hukum untuk perangkat desa
  • Membuat logo resmi Harlah
  • Menguatkan kampanye di media sosial
Baca Juga :  Dadang Iyas, Sekdes Arjasari Terpilih Menjadi Ketua PPDI Kabupaten Bandung

Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat solidaritas dan memperluas gaung perjuangan perangkat desa.

Langkah Cepat: Semua Daerah Diminta Bergerak

Sebagai tindak lanjut, PPDI meminta seluruh pengurus daerah untuk:

  • Mengirimkan sikap resmi terkait status kepegawaian
  • Mendata peserta yang akan hadir di Jakarta
  • Berkoordinasi dengan kepala daerah masing-masing

Bahkan, rapat lanjutan dengan menghadirkan pakar hukum juga akan segera digelar untuk mematangkan konsep besar ini.

Momentum Penentu Nasib Perangkat Desa?

Rakornas PPDI 2026 disebut sebagai momen krusial yang bisa menentukan arah masa depan perangkat desa di Indonesia.

Ketua Umum PPDI menegaskan seluruh elemen harus bergerak cepat dan solid agar hasil rapat tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar terealisasi hingga ke tingkat desa.

About admin3

Check Also

Tani Merdeka Sambut Langkah DPR, DPD Sragen, RUU Reforma Agraria Diharapkan Selesaikan Konflik Lahan Petani

SRAGEN – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia mengapresiasi keputusan DPR RI yang menyetujui …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *