Sekolah Pamong PPDI Purworejo Kembali Digelar, Ini Bekal Penting untuk Perangkat Desa Baru

PURWOREJO – Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah kembali menggelar program Sekolah Pamong sesi tiga tahun 2026 di STIE Rajawali Purworejo. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 271 perangkat desa dari berbagai wilayah di Kabupaten Purworejo.

Program Sekolah Pamong ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia perangkat desa agar lebih profesional, berintegritas, serta mampu menjalankan tugas dengan baik dan sesuai aturan hukum.

Ketua PPDI Purworejo, Erwan Widi Ashari, menjelaskan bahwa Sekolah Pamong merupakan bagian dari agenda organisasi periode 2022–2027. Program ini dirancang untuk menyatukan persepsi para anggota PPDI sekaligus memperkuat pemahaman terkait peran dan posisi perangkat desa.

Baca Juga :  Dihadiri Kadispermades, PPDI Tegal Adakan Acara Buka Bersama

“Sekolah Pamong ini penting agar para perangkat desa memahami tugas pokok, fungsi, serta etika dalam birokrasi pemerintahan desa,” ujar Erwan saat ditemui di sela kegiatan, Sabtu (6/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari tata kelola pemerintahan desa hingga aspek hukum dalam menjalankan tugas. Direktur LBH Sakti, Dewa Antara, turut hadir sebagai pemateri dan memberikan pembekalan mengenai pentingnya integritas serta profesionalisme dalam bekerja.

Menurut Erwan, pemahaman hukum menjadi hal krusial bagi perangkat desa, terutama bagi mereka yang baru menjabat. Hal ini untuk menghindari potensi pelanggaran yang bisa terjadi akibat kurangnya pengalaman di lapangan.

“Perangkat desa harus memiliki integritas secara hukum agar tidak terjerat masalah di kemudian hari. Ini juga untuk membangun loyalitas dan tanggung jawab mereka,” tambahnya.

Baca Juga :  Pertengahan Februari, PPDI Gelar Munaslub Di Yogyakarta

Sekolah Pamong ini juga menghadirkan para pamong desa senior sebagai mentor. Mereka berbagi pengalaman langsung selama menjalankan tugas, sehingga peserta dapat belajar dari praktik nyata di lapangan.

“Sekolah Pamong adalah dari kita untuk kita. Pematerinya pamong senior yang berbagi pengalaman kepada pamong baru,” jelas Erwan yang juga menjabat sebagai Sekretaris Desa Loano, Kecamatan Loano.

Pemilihan lokasi kegiatan di lingkungan kampus juga memberikan nilai tambah tersendiri. Selain mendapatkan fasilitas dari STIE Rajawali, beberapa perangkat desa bahkan berkesempatan memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan.

Erwan berharap program ini dapat memberikan bekal awal yang kuat bagi para perangkat desa baru sehingga lebih siap dalam menjalankan tugas serta memahami profesinya secara menyeluruh.

Baca Juga :  Secercah Harapan Untuk Pemerintah Desa Melalui Keputusan DPD RI Nomor 33/DPDRI/III/2024–2025, Download File Lengkap Disini

“Saya berharap Sekolah Pamong ini bisa membuat perangkat desa lebih siap guna, profesional, dan memahami betul peran mereka di masyarakat,” tandasnya.

About admin3

Check Also

Resmi Dilantik, PPDI Bantul Siap Perjuangkan Nasib Perangkat Desa

BANTUL – Pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Bantul periode 2026–2031 resmi dilantik oleh …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *