PINGGIR — Perangkat desa se-Kecamatan Pinggir resmi membentuk kepengurusan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kecamatan Pinggir. Pembentukan organisasi tersebut dilakukan melalui Musyawarah Kecamatan (Muscab) yang berlangsung di Aula Kantor Camat Pinggir pada Jumat (21/11). Kegiatan ini dihadiri puluhan perangkat desa, Ketua PPDI Kabupaten Bengkalis, para kepala desa, serta sejumlah undangan lainnya.
Pembentukan PPDI Jadi Langkah Strategis Perangkat Desa
Ketua Panitia Muscab, Rimbun, menyampaikan bahwa kehadiran PPDI Kecamatan Pinggir menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi perangkat desa, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Dengan terbentuknya PPDI Kecamatan Pinggir, kita berharap perangkat desa memiliki wadah yang kuat untuk memperjuangkan aspirasi hingga ke tingkat pusat. Di Kecamatan Pinggir ada 80 perangkat desa, dan semuanya bersemangat untuk berhimpun dalam satu organisasi,” ujarnya.
Rimbun juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang memberikan dukungan moril maupun materil sehingga kegiatan berjalan lancar.
Dukungan PPDI Kabupaten Bengkalis
Ketua PPDI Kabupaten Bengkalis, Slamet Rahayu, SH, dalam sambutannya menegaskan bahwa lahirnya PPDI Kecamatan Pinggir merupakan bukti kekompakan perangkat desa yang harus terus dipertahankan. Ia menekankan bahwa perjuangan PPDI bukan hanya seremonial, tetapi membawa misi besar terkait pengakuan dan peningkatan kesejahteraan perangkat desa.
“Di Bengkalis, PPDI baru resmi berdiri pada Maret lalu. Tidak kami sangka, antusiasme perangkat desa di setiap kecamatan sangat luar biasa. Dalam hitungan hari, dana solidaritas yang terkumpul lebih dari Rp40 juta,” ungkap Slamet.
Fokus Perjuangan: Pengakuan NIPD dan Perlindungan Hukum
Slamet menegaskan bahwa salah satu fokus PPDI adalah memperjuangkan Nomor Induk Perangkat Desa (NIPD), yang hingga kini belum dimiliki oleh perangkat desa di 136 desa di Kabupaten Bengkalis.
“Pengakuan NIPD sangat penting karena terkait status hukum dan perlindungan bagi perangkat desa. Di sinilah pentingnya kebersamaan, karena tanpa persatuan upaya ini tidak akan mudah,” jelasnya.
Selain itu, Slamet juga menyoroti pentingnya pembentukan wadah advokasi dan bantuan hukum bagi perangkat desa.
“Perangkat desa sering berada dalam posisi rawan hukum. PPDI harus menjadi rumah bersama yang mampu memberikan pendampingan hukum dan pemahaman regulasi agar perangkat desa bekerja lebih profesional,” tambahnya.
Ajakan untuk Bersatu dan Menjaga Solidaritas
Dalam kesempatan tersebut, Slamet mengajak seluruh perangkat desa terus menjaga kekompakan dan tidak bersikap pasif terhadap perjuangan organisasi.
“Jangan sampai nanti ketika perjuangan berhasil, mereka yang tidak ikut berjuang justru ikut menikmati hasilnya. Kita ingin PPDI diisi orang-orang yang benar-benar berkomitmen,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi kekompakan perangkat desa Kecamatan Pinggir yang serempak menggunakan seragam PPDI dalam kegiatan Muscab.
“Ini satu-satunya kecamatan yang seluruh perangkat desanya memakai seragam PPDI. Artinya semangat kita sudah satu, tujuan kita sama: perangkat desa yang lebih sejahtera,” ujarnya.
PPDI Pinggir Diharapkan Jadi Contoh Kekuatan Kolektif
Mengakhiri sambutannya, Slamet berharap PPDI Kecamatan Pinggir dapat menjadi contoh solidaritas perangkat desa di Kabupaten Bengkalis.
“Kalau kita bersama, tidak ada hal yang tidak mungkin. Kualitas kita perbaiki, integritas kita kuatkan, dan hak-hak kita akan mengikuti. Siapa kita?” serunya, yang dijawab lantang oleh peserta Muscab: “Perangkat Desa! Jaya! Jaya! Jaya!”
Puskominfo PPDI