Batang Hari – Muhammad Nuh, S.E., sosok yang dikenal luas sebagai pengabdi masyarakat, kembali menorehkan prestasi dalam dunia organisasi perangkat desa. Dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang diselenggarakan di Asrama Haji Sleman, Yogyakarta, pada Sabtu, 15 Februari 2025, ia resmi terpilih sebagai Sekretaris Jenderal Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI).
Kepercayaan ini menjadi bukti atas dedikasi dan kiprah panjang Muhammad Nuh dalam membela hak-hak perangkat desa. Sebelumnya, ia telah menjabat sebagai Ketua PPDI Provinsi Jambi sejak 2020 serta menjadi Ketua PPDI Kabupaten Batang Hari pada periode 2019-2020. Dengan posisi baru sebagai Sekjen PPDI, ia diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi perangkat desa di seluruh Indonesia.
Muhammad Nuh, lahir di Merangin, Jambi, pada 18 Desember 1979. Ia menempuh pendidikan terakhir di Universitas Graha Karya, Muara Bulian, dan meraih gelar Sarjana Ekonomi. Sejak tahun 2008, ia telah mengabdikan dirinya sebagai perangkat desa di Jebak, Kabupaten Batang Hari. Selain aktif di PPDI, ia juga menjabat sebagai Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) Batang Hari sejak 2019 hingga saat ini.

Di luar aktivitasnya di pemerintahan dan organisasi, Muhammad Nuh juga merupakan sosok keluarga yang hangat. Ia menikah dengan Nurani dan dikaruniai dua anak, yaitu Aisy Riani Awanja, mahasiswi semester 6 Jurusan Kesehatan Universitas Jambi (UNJA), serta Rafa Aldiansyah, siswa kelas 10 di SMA Negeri 1 Batang Hari.
Dengan amanah baru sebagai Sekjen PPDI, Muhammad Nuh diharapkan dapat memperjuangkan kesejahteraan perangkat desa di seluruh Indonesia serta memperkuat peran PPDI dalam pembangunan desa yang lebih maju dan sejahtera.

Puskominfo PPDI