Magelang – Sarjoko, S.H., baru saja terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) untuk periode 2025-2030 dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa yang diadakan di Asrama Transit Haji Sleman Yogyakarta, pada Sabtu 15 Februari 2025.
Sosok berperawakan langsing ini tentu nama yang tidak asing lagi dikalangan aktivis perjuangan perangkat desa utamanya yang bergerak dalam wadah PPDI. Apalagi perjalanan panjang yang telah dilalui hingga pada akhirnya bersama Mujito, Ketua Umum PPDI Periode 2017-2022 yang berasal dari Tulungagung (jawa Timur), berhasil meng-gol-kan regulasi tentang penghasilan tetap (Siltap) perangkat desa menjadi setara PNS golongan 2a.
Sarjoko, S.H., merupakan sosok yang telah mengabdikan diri dalam pemerintahan desa dan berbagai organisasi sejak tahun 1998. Dengan latar belakang pendidikan yang kuat di bidang hukum dan pemerintahan, ia telah menorehkan banyak kontribusi dalam pembangunan desa dan pemberdayaan perangkat desa.
Berikut ini riwayat singkat dari Sekretaris Desa Banjarnegoro, Mertoyudan Kabupaten Magelang yang disampaikan saat bertemu awak redaksi Puskominfo PPDI, seusai gelaran Munaslub PPDI.
Sarjoko memulai kariernya sebagai Kepala Urusan Pembangunan (Kaur Pembangunan) sejak tahun 1998 hingga 2016. Selama hampir dua dekade, ia aktif dalam berbagai program pembangunan desa, baik infrastruktur maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pada tahun 2017, ia diangkat sebagai Sekretaris Desa (Sekdes) dan masih menjabat hingga saat ini.
Selain terlibat dalam pemerintahan desa, Sarjoko juga aktif dalam berbagai organisasi yang berfokus pada pengembangan perangkat desa. Berikut adalah beberapa jabatan organisasi yang pernah dan sedang diembannya:
- Sekretaris Forum Komunikasi Kepala Urusan Desa (FKKUD) dari tahun 2000 hingga 2009.
- Ketua Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Magelang periode 2010-2020.
- Ketua PPDI Provinsi Jawa Tengah periode 2013-2017.
- Sekretaris Jenderal (Sekjend) PPDI Pusat periode 2017-2022.
- Ketua RT 1/8 Desa Banjarnegoro.
- Ketua Umum PPDI Periode 2025-2030
Perannya dalam organisasi-organisasi tersebut menunjukkan dedikasi dan kepemimpinannya dalam memperjuangkan hak serta kesejahteraan perangkat desa di berbagai tingkatan.
Sarjoko menempuh pendidikan formalnya mulai dari tingkat dasar dan menyelesaikan Sarjana Hukum dari Universitas Boyolali, kemudian melanjutan jenjang S2 bidang ilmu pemerintahan di Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (AMPD) Yogyakarta.
Dengan bekal pendidikan ini, Sarjoko semakin kompeten dalam mengelola pemerintahan desa dan membangun kebijakan yang berpihak pada masyarakat.
Di sela-sela kesibukannya, Sarjoko memiliki hobi memancing dan berjalan kaki. Aktivitas ini menjadi bagian dari caranya untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Pengalaman yang tak terlupakan selama puluhan tahun menjadi Perangkat Desa terjadi pada saat Sarjoko berhasil mewujudkan pembangunan Kantor Desa Banjarnegoro, yang bersumber dari PAD pada tahun 2022.
Dengan pengalaman panjangnya di bidang pemerintahan desa dan organisasi, Sarjoko, S.H., terus berkomitmen untuk memajukan desa dan meningkatkan kesejahteraan perangkat desa di Indonesia.
Puskominfo PPDI