PURWOREJO – Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Purworejo kembali menggelar Sekolah Pamong tahun 2025, sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas bagi perangkat desa baru. Kegiatan angkatan kedua ini dilaksanakan di STIE Rajawali, Desa Dukuhrejo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, pada Sabtu (14/06/2025).
Hadir dalam pembukaan Sekolah Pamong antara lain Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP3APMD) Kabupaten Purworejo, Laksana Sakti, Ketua Penjamin Mutu STIE Rajawali Wiyonoroto, serta para Ketua PPDI dari 16 kecamatan se-Kabupaten Purworejo.
Ketua Panitia Sekolah Pamong, Anjas Prasetyo, menjelaskan bahwa program Sekolah Pamong pertama kali dilaksanakan pada tahun 2024. Tahun ini, sebanyak 170 perangkat desa baru yang dilantik sejak April 2024 hingga Mei 2025 diwajibkan mengikuti program pembelajaran sehari penuh tersebut.
“Dalam Sekolah Pamong ini, peserta dibekali pemahaman terkait tugas pokok, fungsi, hak, dan kewajiban perangkat desa. Mereka juga belajar job description secara rinci agar mengetahui peran masing-masing di pemerintahan desa,” jelas Anjas Prasetyo yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah Pamong.
Sementara itu, Ketua PPDI Kabupaten Purworejo, Erwan Widi Ashari, menegaskan bahwa Sekolah Pamong merupakan hasil rekomendasi Musda PPDI yang kemudian dijabarkan dalam Rakerda dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi PPDI ke-19.
“Sekolah Pamong bertujuan menyamakan persepsi seluruh anggota PPDI agar memahami posisi mereka sebagai perangkat desa sekaligus anggota organisasi PPDI. Apalagi banyak pamong baru berasal dari generasi Z yang perlu memahami sejarah perjuangan PPDI sehingga kini perangkat desa mendapat apresiasi berupa siltap (penghasilan tetap),” ungkap Erwan yang juga menjabat sebagai Sekdes Loano.

Erwan menambahkan, PPDI Kabupaten Purworejo yang berdiri sejak 17 Juni 2006, pada tahun ini genap berusia 19 tahun. Untuk memperingati hari jadinya, PPDI akan menggelar tasyakuran serentak di seluruh kecamatan pada 17 Juni. Selain itu, direncanakan pula Jambore Pamong yang akan dilaksanakan pada 22 Juni 2025 di GOR Sarwo Edhie Wibowo, menyesuaikan kesiapan para peserta.
Dari 170 peserta Sekolah Pamong 2025, tercatat ada empat perangkat desa yang berhalangan hadir dan akan dijadwalkan mengikuti kegiatan pada angkatan berikutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala DP3APMD Kabupaten Purworejo, Laksana Sakti, turut memberikan apresiasi kepada PPDI atas inisiatif penyelenggaraan Sekolah Pamong yang dinilai sangat bermanfaat dalam penguatan peran perangkat desa.
“Jumlah pamong di Kabupaten Purworejo saat ini mencapai lebih dari 5.000 orang. PPDI sangat aktif dalam menguatkan peran pamong sebagai perekat persatuan dan kesatuan NKRI, selain ASN. Perangkat desa harus menjadi contoh dan menjaga situasi tetap kondusif di tengah masyarakat,” pesan Laksana Sakti.
Dengan adanya Sekolah Pamong, diharapkan seluruh perangkat desa baru di Kabupaten Purworejo mampu melaksanakan tugas dengan profesional, memahami regulasi, serta menjaga keharmonisan dan stabilitas di lingkungan desa masing-masing.
Puskominfo PPDI