SUMEDANG — Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, menegaskan bahwa perangkat desa bukan hanya representasi langsung dari wajah pemerintah daerah, tetapi juga ujung tombak dalam pelayanan publik di tingkat desa. Hal itu disampaikannya saat menghadiri pelantikan Pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Sumedang periode 2025–2030 di Aula Tampomas, Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Sabtu (31/5/2025).
Dalam sambutannya, Fajar menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, dan transparansi dalam melayani masyarakat. Ia juga mengingatkan perangkat desa untuk menghindari praktik pungutan liar (pungli) dalam pelayanan administrasi seperti pengurusan KTP, KK, atau surat-surat lainnya.
“Perangkat desa adalah garda terdepan. Kalau masih ada pungli dalam pelayanan, itu bukan hanya mencoreng citra desa, tetapi juga mencederai kepercayaan rakyat,” tegas Fajar.
Lebih lanjut, Fajar juga menyoroti perlunya optimalisasi potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Ia mencontohkan masih banyaknya rumah baru yang tercatat sebagai lahan pertanian dalam basis pajak.
“Ini harus ditertibkan. Perangkat desa harus menjadi pionir perubahan, mendukung peningkatan PAD,” ujarnya.
Selain urusan administrasi, Wabup Fajar juga meminta perangkat desa untuk aktif memerangi berbagai ancaman sosial seperti pinjaman online ilegal, bank emok, hingga judi online yang marak di masyarakat.
“Jangan biarkan ibu-ibu desa terlilit pinjaman ilegal, atau anak-anak muda jadi korban judi daring. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Butuh perangkat desa yang peduli dan berani,” pesannya.
Pelantikan PPDI Sumedang periode 2025–2030 ini diikuti oleh 33 perangkat desa dari berbagai kecamatan di Sumedang. Mereka dilantik langsung oleh Ketua PPDI Provinsi Jawa Barat, Sutara, S.E., S.H., dengan disaksikan oleh Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila, jajaran Forkopimda, Kepala DPMD Sumedang Widodo Heru Prasetyawan, serta tamu undangan lainnya.
Ketua PPDI Sumedang yang baru dilantik, Kikin Sodikin, menyatakan komitmennya untuk menjadikan PPDI sebagai organisasi yang aktif mendukung pembangunan desa dan menjadi mitra strategis pemerintah daerah.
“Kami tidak akan jadi organisasi pasif. Kami akan bergerak, berkolaborasi, dan memastikan perangkat desa naik kelas secara profesional,” ujar Kikin.
Mengusung tema “Gedur Ngawangun Desa Nu Leuwih Maju, Pasini Ngawujudkeun Sumedang Simpati Leuwih Maju Nuju Indonesia Emas 2045”, PPDI Sumedang bertekad untuk memperkuat solidaritas perangkat desa, meningkatkan kapasitas profesional, dan menjadi garda terdepan dalam pelayanan publik yang transparan dan berintegritas.
Puskominfo PPDI